Home > motivasi / keagamaan > Anakku, Jangan Tinggalkan Aku

Anakku, Jangan Tinggalkan Aku

Beberapa klien saya adalah orang yang kaya raya. Memiliki banyak rumah strategis di beberapa kota besar. Menggunakan mobil sesuai dengan warna baju

yang dikenakan. Punya deposito yang bisa digunakan oleh tujuh turunan?

Namun beberapa diantaranya pernah bercerita kepada saya : Jamil, saya memiliki banyak uang melebih dari yang saya butuhkan? Banyak orang yang mengagumi saya?

Tetapi saya sangat tidak bahagia? Saya bertanya, mengapa ia tidak bahagia.  karena saya kehilangan keluarga saya? Istri? bertahan hanya karena harta yang saya miliki, saya tak mendapatkan cinta suci dan tulus darinya? Anak-anak tidak mengenal saya dan sayapun tidak mengenal secara dalam anak-anak saya? saya merasa sia-sia membangun kerajaan bisnis, hidup saya terasa hancur.

Saran saya letakkan keluarga Anda menjadi prioritas dalam hidup Anda?

Keluarga itu penting? Apalah artinya meraih segala keinginan, tetapi Anda sendirian? Jangan abaikan momentum penting dalam kehidupan keluarga Anda?

Anak-anak tumbuh dengan sangat cepat. Tak terasa, tahu-tahu mereka sudah tiada, menjalani hidup mereka sendiri? Rasanya baru satu dua tahun yang lalu saya berenang dengan Nadhira dan Asa di Pantai Carita, anak pertama dan kedua saya.

Sekarang Nadhira telah kuliah di Bandung sedangkan Asa tinggal di asrama Sekolah Menengah Atasnya, hanya Sabtu dan Ahad saya bisa berjumpa dengan dia.

Bermain pukul-pukulan bantal dengan Izan rasanya belum satu bulan, Namur kini ia sibuk bermain pukul-pukulan dengan para pemain di Play Stationnya? Tak

terasa, ia sudah kelas enam dan sebentar lagi remaja? Hana, rasanya baru kemaren saya berlari mengejarnya untuk menyuapi makanan ke dalam mulutnya?

Kini ia telah berusia 10 tahun dan bisa pergi sendiri ke restoran cepat saji. Saya tak perlu mengejarnya lagi? Rasanya baru beberapa bulan saya menunggu si bungsu Izul lahir dan menemaninya di rumah sakit Harapan Kita Jakarta? Sekarang, anak yang murah senyum itu telah berumur enam tahun dan menghabiskan banyak waktunya untuk bermain sepeda dengan teman sebayanya.

Pasti perasaan Anda sama dengan saya, ada sedikit rasa sedih melihat anak-anak tumbuh begitu cepat? Belum terlambat, kita masih dapat mencurahkan perhatian kepada mereka dan meluangkan waktu untuk mereka. Setidaknya ada

beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mereka.

Pertama, membantu menemukan kekuatan yang ada pada diri anak kita? Setiap anak lahir dengan membawa bakat masing-masing. Bakat ini non heridity, tidak menurun. Dalam pelajaran Biologi kita pernah belajar bahwa Fenotip (yang tampak pada kita) adalah gabungan antara bakat dan tempaan lingkungan? Sebagai orang tua kita harus membantu menemukan bakat yang telah dibawa sejak lahir oleh anak kita? Dan orang tua yang baik akan mendidik dan mencarikan lingkungan untuk anaknya sesuai dengan bakat yang dimilikinya.

Kedua, memberi teladan?

Cara terbaik untuk mempengaruhi anak-anak Anda adalah dengan melakukan apa yang Anda katakan. Jalankanlah perilaku yang Anda ingin mereka jalankan. Jangan Anda meminta anak belajar tetapi Anda sendiri sibuk menjelajah dunia maya dan tak pernah terlihat belajar oleh putra-putri Anda? Jangan mengajarkan anak untuk rajin ibadah sementara Anda sibuk menonton televisi ketika panggilan ibadah tiba. Anak akan melakukan apa yang Anda kerjakan bukan apa yang Anda katakan.

Ketiga, kembangkan mereka. Ingat, didiklah anak Anda sesuai dengan zamannya. Untuk itu, Anda tidak hanya berperan sebagai orang tua belaka melainkan mengembangkan pikiran, hati dan jiwa mereka. Ikutkanlah mereka pada kegiatan, acara, lomba atau pelatihan yang dibutuhkan mereka. Bawalah mereka ke tempat-tempat yang dikagumi dunia. Kenalkanlah mereka dengan sahabat-sahabat Anda yang hebat. Ajaklah mereka ke tempat ibadah dan ajarilah bagaimana agar semakin dicintai Sang Pencipta. Perkenalkanlah kepada anak pada apa yang mungkin dilakukan. Dukunglah mereka untuk menjadi orang yang memberi manfaat buat dunia sesuai bakat dan zamannya.

Jangan biarkan anak tumbuh tanpa sentuhan Anda. Sesibuk apapun Anda, luangkan waktu untuk mereka? Sebab bila Anda melupakan mereka ditengah kesibukan Anda, kelak Andapun akan dilupakan tatkala mereka sibuk menjalani kehidupan barunya. Saya yakin, Anda akan merasa bahagia bila saat tua nanti ketika putra-putri Anda sibuk dan mereka masih sempat berkirim SMS atau E-mail:  bapak/Ibu, saya menjalani hidup yang indah dan penuh gairah. Terima kasih engkau telah menjadi orang tua yang hebat buat kami. Engkaulah yang menjadikan hidup kami bahagia penuh makna. Sungguh, hidup yang indah bukan?

Semoga Bermanfaat, bila ingin tulisan lain silahkan kunjungi

http://jamil.niriah.com

Salam SuksesMulia, Jamil Azzaini

Categories: motivasi / keagamaan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: