Home > info lowongan kerja > TEKNIK WAWANCARA KERJA BERBASIS PERILAKU

TEKNIK WAWANCARA KERJA BERBASIS PERILAKU

Keberhasilan suatu wawancara dapat diperoleh dengan menggunakan suatu perangkat wawancara berupa Pedoman Wawancara yang dibantu dengan penggunaan beberapa teknik wawancara sebagai berikut:

Pedoman wawancara (interview Guide) yang memuat semua yang anda perlukan untuk menyiapkan dan melakukan wawancara, termasuk pertanyaan-pertanyaan yang telah dipertimbangkan dengan baik, bersifat menggali, serta direncanakan secara khusus untuk pekerjaan sasaran.

Pertanyaan tindak-lanjut (follow up question) yang membantu anda untuk mengumpulkan perilaku yang lengkap dan cukup jumlahnya, yang akan dipergunakan untuk mengevaluasi kandidat. – Keterampilan membuat catatan membantu anda untuk mencatat informasi wawancara secara akurat dan lengkap.

Membina hubungan baik (building raport) dengan kandidat membantu agar ia merasa nyaman dan terdorong untuk lebih terbuka dalam wawancara.

Teknik mengelola wawancara untuk membantu anda menjaga proses wawancara berjalan dengan baik dan lancer, sehingga anda dapat mencakup latar belakang kandidat secara lengkap.

Pedoman Wawancara

Pedoman wawancara merupakan rencana tindakan selama wawancara dan merupakan perangkat wawancara yang paling berharga. Pedoman ini memuat hal-hal yang anda perlukan untuk menyiapkan dan melakukan wawancara.

Isi Pedoman Wawancara

Pedoman Wawancara dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang ada dari setiap organisasi. Namun sebagian besar pedoman memuat beberapa komponen dibawah ini:

Daftar Persiapan (Preparation Check List) memberikan instruksi bagi anda untuk menyiapkan proses wawancara.

Garis Besar untuk Membuka Wawancara (outline for opening the interview) memberikan format yang harus anda ikuti dalam membuka sebuah wawancara, dan menjelaskan tujuan serta rencana wawancara tersebut.

Bagian Tinjauan latar belakang (key background review) memuat pertanyaan –pertanyaan mengenai pendidikan dan riwayat pekerjaan kandidat.

Bagian Pertanyaan perilaku Terencana (planned behavioral questions) memuat pertanyaan-pertanyaan mendalam mengenai perilaku kandidat dalam dimensi sasaran.

Penutup wawancara (interview close) memberikan peluang bagi anda untuk memeriksa catatan wawancara, untuk menanyakan pertanyaan tambahan serta untuk menjwab pertanyaan kandidat mengenai jabatan dan organisasi.

Instruksi pasca-wawancara (post-interview instructions) membimbing anda dalam mengevaluasi informasi yang telah anda kumpulkan, dan dalam menilai kandidat menurut dimensi yang ditugaskan kepada anda.

Table cakupan dimensi (dimensi coverage Grid) mengingatkan para pewawancara akan dimensi-dimensi apa saja yang harus dicakup dalam sistem seleksi.

Pertanyaan Tindak Lanjut

Pertanyaan – pertanyaan tindak lanjut membantu anda untuk meneliti pengalaman kandidat secara mendalam, memberikan informasi yang anda perlukan serta memberi kesempatan kepada kandidat untuk mendemonstrasikan kompetensinya dalam dimensi sasaran. Karena alasan ini, maka tindak-lanjut merupakan ketrampilan wawancara yang utama.

Tiga jenis Pertanyaan

Pertanyaan-pertanyaan tindak-lanjut tergolong dalam salah satu dari tiga jenis:

Mengenai perilaku Pertanyaan mengenai perilaku meminta kandidat untuk memberikan informasi spesifik tentang bagian-bagian perilaku. Pertanyaan mengenai perilaku meminta kandidat untuk menguraikan “pengalaman yang pernah dialaminya”, “suatu saat ketika”, “suatu situasi dimana”, atau “sebuah contoh ketika”.

Teoritis
Pertanyaan teoritis menanyakan kandidat mengenai teori, pendapat, atau tindakan umum, yaitu apa yang ia pikir tentang suatu topic atau situasi atau apa yang ia ingin lakukan atau biasanya lakukan, bukan apa yang sesungguhnya telah ia lakukan dalam suatu situasi yang spesifik. Pertanyaan teoritis tidak efektif karena orang umumnya menjawab dengan teori dan pendapat, bukan informasi perilaku yang anda perlukan.

Mengarahkan
Pertanyaan mengarahkan mendorong kandidat untuk memberikan jawaban yang ia piker anda ingin dengar. Kata-kata pertanyaan ini disusun untuk menunjukkan adanya “jawaban yang benar”, dan mendorong kandidat untuk membuat jawaban seperti itu.

Langkah – langkah Interview Berbasis Perilaku

1.Sebelum interview

– Memeriksa (ulang ) seluruh materi yang berhubungan dengan lamaran pekerjaan tersebut.

– Memeriksa (ulang) definisi tiap-tiap Dimensi dan Tindakan utama

– Hubungkan pertanyaan-pertanyaan wawancara dengan pengalaman calon/kandidat.

– Estimasi waktu yang diperlukan untuk tiap bagian dari pedoman wawancara.

2. Saat Wawancara

Gunakan pertanyaan tindak-lanjut untuk membangun perilaku yang lengkap dan untuk merubah perilaku yang palsu menjadi perilaku yang asli.

3. Setelah interview

– Identifikasikan perilaku yang lengkap diseluruh pedoman wawancara

– Kategorisasikan perilaku sesuai dengan dimensi masing-masing

– Identifikasikan perilaku tersebut sebagai yang efektif (+) atau yang tidak efektif (-)

– Berikan nilai masing-masing perilaku (dari aspek kepentingannya) dengan mempertimbangkan :

a. Kesamaan, seberapa dekat kesamaan situasi tersebut dengan pekerjaan yang ditargetkan.

b. Dampak , seberapa penting situasi/hasil tersebut?

c. Kebaruan, Kapan perilaku tersebut terjadi?

d. Nilailah seluruh dimensi, dengan mempertimbangkan perilaku yang paling signifikan.

TEKNIK TAMBAHAN

Disamping Pedoman proses, tiga teknik lain akan membantu anda mengelola wawancara sehingga anda memperoleh informasi selengkap mungkin dalam waktu yang telah dialokasikan.

– Petunjuk non-verbal

Petunjuk nonverbal berguna untuk mendorong kandidat yang pendiam untuk memberikan lebih banyak informasi dan mendorong kandidat yang terlalu banyak bicara untuk berbuat sebaliknya.

– Diam

Semua pertanyaan dalam targeted selection tidak mudah untuk dijawab.Kadang-kadang menunggu sambil diam selama beberapa detik dapat mendorong kandidat untuk menjawab. Kandidat seringkali memberi jawaban yang paling bermakna bila ia diberi sedikit waktu untuk mengingat suatu kejadian.

Banyak pewawancara sulit sekali untuk diam, ia ingin mengisi kevakuman itu dengan pertanyaan lain atau mengulang kembali pertanyaan pertama dalam ungkapan yang lain. Sebaiknya anda tunggu beberapa detik untuk mendapatkan jawaban. Diam harus digunakan dengan seperlunya, namun jangan digunakan untuk menimbulkan stress pada diri kandidat. Bila kandidat jelas-jelas tidak dapat menjawab, lanjutkan ke pertanyaan lain. Catatlah bahwa kandidat ini tidak dapat atau tidak menjawab, tetapi tunggulah satu atau dua menit sebelum membuat catatan, karena kandidat dapat mengartikan ketidakmampuan untuk menjawab sebagai suatu hal negative.

Membuat catatan

Membuat catatan, salah satu bentuk dari komunikasi nonverbal, dapat anda gunakan untuk mengelola wawancara. Membuat catatan mengatakan kepada kandidat, “ bicaralah terus. Apa yang anda katakan penting”. Tidak membuat catatan mengirimkan pesan sebaliknya. Membuat catatan adalah cara yang untuk memberitahu kandidat bila anda menginginkan dia untuk melanjutkan atau berhenti memberikan informasi.

Mengelola Waktu dalam Wawancara

Langkah pertama yang baik dalam mengatur setiap wawancara ialah menyusun jadwal waktu wawancara. Pertama-tama perkirakan waktu yang diperlukan untuk mencakup tiap segmen wawancara, lalu susun jadwal dengan sasaran waktu untuk tiap segmen. Bawalah jadwal itu ketika mengadakan wawancara atau tuliskan waktunya dalam pedoman wawancara anda. Dengan memonitor, jadwal itu dapat memberitahukan anda bagaimana mengatur laju wawancara, apakah anda perlu memotong sesuatu bidang sehingga menjadi lebih singkat agar dapat mencakup semua dimensi terpenting secara mendalam.

sumber :http://www.pinasthika.net

Categories: info lowongan kerja
  1. December 19, 2015 at 3:12 PM

    Informasi yang bagus

  2. Ferlita Sari
    October 2, 2012 at 2:16 PM

    Seperti Targeted Selection nya DDI

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: